Keramik Hancur di Alun-Alun Serasuba Sengaja Dibongkar Dalam Tahap Perbaikan

 

Alun-Alun Serasuba Kota Bima Terkini
Kota Bima, Dimensi.-Viralnya video dimedia sosial Facebook yang memposting keramik Alun-Alun Serasuba keramik dalam kondisi hancur dan berserakan,  ternyata bukan sebagaimana digambarkan dan dinarasikan.

Dugaan warganet bahwa kerusakan itu akibat ulah masyarakat, ternyata tidak seperti itu faktanya.

Kadis PUPR Kota Bima melalui Kepala Bidang Cipta Karya Fachrurazi, menanggapi isu yang beredar itu.

Kabid CK ini menegaskan, kondisi tersebut bukan akibat perusakan oleh masyarakat, melainkan bagian dari proses perbaikan yang memang sedang dilakukan oleh pihak pelaksana proyek.

“Memang ada beberapa keping keramik yang retak. Ini sudah kami sampaikan kepada pelaksana dan saat ini sedang dalam proses perbaikan,” ujar Fachrurazi, Selasa 28 April 2026.

Perbaikan keramik Serasuba, sebenarnya kata Kabid,  telah direncanakan sejak awal dan dijadwalkan mulai dikerjakan setelah pelaksanaan Pawai Rimpu Mantika 2026. 

Sejak Senin pekan lalu, tim dari pihak kontraktor sudah turun ke lapangan untuk memulai pekerjaan.

“Bagian yang terlihat hancur dalam video yang viral tersebut merupakan area yang sengaja dibongkar untuk diperbaiki. Karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan, jadi itu memang harus dibongkar dan diganti,” jelasnya.

Ia menilai narasi yang beredar di media sosial cenderung berlebihan dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. 

“Video yang beredar itu narasinya berlebihan. Bukan dirusak masyarakat, tapi memang sedang diperbaiki. Karena itu dibongkar,” tegasnya.

Sambung Fachrurazi, proyek pengerjaan rehabilitasi Lapangan Serasuba masih berada dalam masa pemeliharaan hingga Juli 2026. 

Artinya, seluruh bentuk kerusakan yang muncul selama periode tersebut menjadi tanggung jawab penuh pihak pelaksana untuk segera diperbaiki tanpa membebani APBD.

“Selama masa pemeliharaan, setiap kerusakan wajib diperbaiki oleh pelaksana. Itu sudah menjadi bagian dari tanggung jawab mereka sesuai kontrak,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing narasi negatif di media sosial. Jika menemukan kerusakan fasilitas publik, warga diminta melapor ke Dinas PUPR atau melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bima agar bisa ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Dengan klarifikasi ini, Dinas PUPR berharap tidak ada lagi spekulasi liar terkait kondisi Lapangan Serasuba. Proses perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu dekat sehingga lapangan ikonik Kota Bima itu bisa kembali digunakan masyarakat dengan nyaman dan aman.(RED)


0 Komentar

Posting Komentar