![]() |
| Sekda Kota Bima H Fakhruraji Saat Rakor Bersama Tiga Pilar, Antisipasi Banjir Perkotaan |
Hal itu disampaikan Sekda saat membuka Pelatihan Peningkatan Partisipasi dan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana dalam Rangka Pengurangan Risiko Banjir Perkotaan melalui National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di Ruma Dinning, Kamis (22/10).
Kegiatan dihadiri Direktur SUPD II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Arief Wansyah secara virtual, Tim TePIS Izzatulsholekha, Kepala Dinas PUPR, Sekretaris Bappeda, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Kabid PPKLH DLH, Kabid PP dan PKA DPPA, serta Koordinator TePIS NUFReP Kota Bima Gazali Fathadewang bersama Tim Siaga Bencana Kelurahan se-Kota Bima.
Sekda menjelaskan, banjir perkotaan kerap terjadi akibat curah hujan tinggi, berkurangnya daerah resapan, dan sistem drainase yang belum optimal. Karena itu penanganannya harus terencana, terpadu, dan melibatkan semua unsur.
Menurutnya, pilar pertama adalah *pemerintah*, yang berperan dalam kebijakan, koordinasi lintas OPD, penyediaan infrastruktur, dan penguatan mitigasi.
Pilar kedua adalah *masyarakat*, yang berhadapan langsung dengan risiko. Masyarakat perlu mengenali potensi bahaya, jalur evakuasi, menjaga kebersihan saluran air, memahami peringatan dini, dan langkah penyelamatan.
Pilar ketiga adalah dunia usaha yang diharapkan berkontribusi melalui kepedulian lingkungan, dukungan sumber daya, dan partisipasi membangun ketahanan wilayah.
Melalui NUFReP ini, Pemkot Bima berharap terbangun sinergi yang kuat, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitigasi mandiri warga, serta terbentuknya jejaring siaga bencana di lingkungan masyarakat.
Sekda juga meminta peserta mengikuti pelatihan secara serius dan menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada keluarga dan lingkungan sekitar demi meminimalkan dampak banjir terhadap keselamatan, lingkungan, dan aktivitas perkotaan.(RED)


0 Komentar