![]() |
| Wabub Sumbawa Saat Buka OKK PWI Se-Pulau Sumbawa |
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menyebut, kegiatan ini strategis untuk memperkuat kapasitas, profesionalisme, dan integritas wartawan dalam mendukung pembangunan daerah.
Pada sambutannya, Wabup Mohamad Ansori menyampaikan salam serta mengucapkan terima kasih kepada rombongan PWI Pusat, PWI NTB, dan pengurus PWI se-Pulau Sumbawa yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Pejabat nomor dua di Sumbawa ini berharap, OKK benar-benar memberi manfaat bagi profesi wartawan, khususnya dalam melaksanakan tugas meliput sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
“Tugas wartawan tidak hanya meliput, tetapi juga menjaga NKRI. Semoga hasil kegiatan ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Wabup Ansori.
Ansori memastikan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengapresiasi terselenggaranya OKK meskipun masa persiapan relatif singkat.
Menurutnya, kolaborasi melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci agar kegiatan dapat berjalan baik.
Ia menegaskan pemerintah daerah selalu bersinergi dengan wartawan untuk mensosialisasikan pembangunan dan program unggulan daerah. Pemda juga menempatkan pers sebagai mitra penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan sesuai kondisi kepada masyarakat.
“Kami pemerintah mengabdikan diri kepada rakyat. Pemerintah dan wartawan perlu bersinergi, karena masyarakat membutuhkan informasi yang akurat,” katanya.
Wabup mengakui tugas wartawan berat dan penuh tantangan. Ia menyebut wartawan dituntut memiliki iman yang kuat, wawasan luas, serta kemampuan menyajikan berita secara bertanggung jawab di tengah perkembangan media sosial dan media siber.
Menurutnya, arah pembangunan daerah kadang juga dipengaruhi oleh desakan dan kritik pers. Karena itu, ia berharap hubungan pemerintah dan wartawan berjalan dalam koridor komunikasi yang sehat, terbuka, dan saling mendukung.
“Kalau tidak ada wartawan, program pemerintah bisa saja tidak diketahui masyarakat. Karena itu sinergi antara OPD dan pers sangat penting,” ujarnya.
Mewakili PWI Pusat, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, H. Joko Tetuko, menjelaskan OKK menjadi bagian dari penguatan PWI secara nasional. Ia menyampaikan bahwa perkembangan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers pasca reformasi mendorong pertumbuhan wartawan dan media siber di berbagai pelosok Nusantara.
Joko Tetuko menjelaskan bahwa OKK kali ini membekali peserta dengan 13 materi, termasuk standar kompetensi wartawan muda, madya, dan utama, kode etik jurnalistik, penguatan sejarah PWI, pedoman pemberitaan ramah anak, serta pedoman pemberitaan media siber.
Ia juga mengingatkan bahwa PWI lahir pada 9 Februari 1946 dan memiliki perjuangan panjang bersama bangsa. Menurutnya, wartawan perlu terus memahami kode etik, menjaga persatuan, serta menyampaikan fakta secara bertanggung jawab.
Kegiatan OKK PWI se-Pulau Sumbawa diikuti 51 peserta dari lima kabupaten di Pulau Sumbawa. Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin Jen, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sumbawa, PWI Pusat, PWI NTB, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan diantaranya PT Amman dan Yellow Villa
Rombongan PWI yang hadir antara lain Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat H. Joko Tetuko, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin bersama Sekretaris Fahrul Mustofa, Ketua Dewan Kehormatan PWI H. Abdussyukur, serta Kepala Sekretariat PWI NTB Arief Rachman.
Turut hadir PWI Kabupaten Bima Dan Kota Bima dan Dompu beserta jajaran pengurus, Ketua PWI Kota Bima Faharuddin beserta anggota, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Saipul Arif, serta perwakilan PT Aman.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap OKK tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis wartawan, tetapi juga memperkuat peran pers sebagai mitra strategis pemerintah.
Melalui informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, wartawan diharapkan turut mempercepat pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan daerah.(RED)


0 Komentar