![]() |
| Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Rasana’e Barat Tahun 2026 |
Pembukaan ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari Kelurahan Paruga kepada Camat Rasana’e Barat, yang kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia. Simbolis itu menjadi tanda dimulainya 3 hari penuh lantunan ayat suci di jantung Kota Bima.
MTQ Kecamatan Rasana’e Barat akan berlangsung selama 3 hari, mulai 26 – 28 Agustus 2026.
Sebanyak 57 peserta dari seluruh kelurahan se-Kecamatan Rasana’e Barat siap tampil di berbagai cabang lomba.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Staf Ahli Bidang Kesra, para Kepala OPD, Camat Rasana’e Barat, Kapolsek, Danramil, Ketua MUI Kota Bima, para Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati halaman masjid.
Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan, tetapi juga pesta rohani yang mempersatukan umat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah sumber keberkahan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Setiap lantunan ayat suci Al-Qur’an menghadirkan energi positif. Ini menjadi tugas kita bersama untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat menjaga generasi penerus bangsa agar tumbuh sebagai generasi Qur’ani,” ujar Wali Kota.
Ia mengapresiasi kerja keras panitia, LPTQ, Pemerintah Kecamatan Rasana’e Barat, para sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan MTQ tahun ini.
“Atas nama Pemerintah Kota Bima, saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya. MTQ ini adalah bentuk nyata kolaborasi kita dalam membangun daerah,” ungkapnya.
Lebih jauh, Wali Kota menyampaikan MTQ memiliki makna yang lebih besar dari sekadar mencari juara.
“MTQ adalah bagian dari gerakan dakwah, pendidikan, dan peradaban. Tujuannya agar masyarakat semakin mencintai, memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” jelasnya.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik. Kualitas akhlak dan karakter masyarakat jauh lebih penting.
“Jika nilai-nilai Al-Qur’an menjadi pedoman di keluarga, sekolah, kantor, dan lingkungan, maka akan lahir generasi yang jujur, disiplin, berintegritas, cinta damai, dan peduli sosial,” tegasnya.
Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya Qur’ani.
“Jadikan MTQ ini sebagai jalan untuk meningkatkan kemampuan dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya kepada para peserta.
Pemerintah Kota Bima juga berkomitmen terus mendukung pembinaan Tilawatil Qur’an sebagai bagian dari pembangunan SDM yang unggul dan berakhlakul karimah.
Menutup sambutannya, Wali Kota berharap MTQ 2026 ini mampu melahirkan qori, qoriah, hafiz, hafizah, dan mufassir terbaik yang dapat mengharumkan nama Kecamatan Rasana’e Barat hingga ke tingkat Kota, Provinsi, bahkan Nasional.
“Semoga melalui MTQ ini, kita tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk masyarakat yang religius, berkarakter, dan membawa keberkahan bagi pembangunan Kota Bima yang maju,” pungkasnya.
Pembukaan MTQ ditutup dengan doa bersama dan penampilan seni Islami yang menambah semarak malam pembukaan di Masjid Agung Al-Muwahiddin.(RED)


0 Komentar