![]() |
| Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Bima Isdinurrahman |
Fokus utama saat ini: membenahi drainase dan pemeliharaan jalan kota agar banjir bisa ditekan dan akses warga makin lancar.
Sejak pekan ini, sedikitnya 7 paket pekerjaan drainase sudah masuk tahap pelaksanaan. Proyek tersebar di titik-titik rawan genangan yang selama ini jadi keluhan masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kota Bima melalui Kabid Bina Marga Isdinurrahman merinci lokasi pengerjaan. Paket drainase mulai dikerjakan di kawasan Santi, BTN PEPABRI, Kelurahan Rite, ruas Jalan Rontu-Nitu, hingga Jalan Pahlawan Dara.
“Masing-masing paket dengan nilai anggaran sekitar Rp200 juta. Penanganannya menyasar saluran yang selama ini tidak mampu menampung debit air saat hujan deras,” jelas Isdinurrahman, Rabu 24 Juni 2026.
Dengan adanya drainase baru dan perbaikan saluran lama, Pemkot Bima berharap titik-titik genangan bisa berkurang. Apalagi saat musim hujan, genangan air kerap mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Selain drainase, Dinas PUPR juga tengah memproses sejumlah paket pemeliharaan jalan kota. Paket-paket ini tersebar di berbagai wilayah dan saat ini masih berada di tahapan tender.
Artinya, setelah pemenang lelang ditetapkan, pekerjaan perbaikan jalan berlubang, penambalan, dan pengaspalan akan segera dimulai.
“Pemeliharaan jalan ini penting untuk menjaga usia pakai jalan agar tidak cepat rusak. Kami ingin jalan kota tetap layak dan nyaman dilalui,” kata Isdinurrahman.
Tak hanya pemeliharaan, pembangunan jalan baru juga berjalan. Salah satunya proyek pembangunan jalan di wilayah Matakando dengan anggaran sekitar Rp300 juta. Jalan ini diharapkan membuka akses warga dan memperlancar mobilitas ekonomi.
“Proyek Matakando sedang berproses. Kami targetkan pengerjaan sesuai waktu agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pesannya pada seluruh penyedia jasa untuk bekerja sesuai ketentuan. Setiap tahapan harus lewat prosedur baku: mulai dari pengujian material di laboratorium, sampai pengajuan request pemeriksaan setiap item pekerjaan.
“Kami tidak kompromi soal mutu. Pengujian material wajib dilakukan, dan setiap item pekerjaan harus dimintakan pemeriksaan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. Ini untuk menjamin kualitas dan umur teknis bangunan,” tegasnya.
Dengan dimulainya sederet program fisik ini, Pemkot Bima menargetkan dampak langsung ke masyarakat: banjir berkurang, jalan lebih mulus, dan konektivitas antar wilayah meningkat.
Masyarakat pun diminta bersabar saat proyek berjalan, karena gangguan sementara akan terbayar dengan infrastruktur yang lebih baik.(RED)


0 Komentar