Legislator Kota Bima Sorot Joroknya RSUD Kota Bima di Ranggo

 

Anggota DPRD Kota Bima Hj Gina Adriani 
Kota Bima, Dimensi.- Kebersihan Rumah Sakitmenjadi cermin mutu pelayanan kesehatan. 

Karena itu, sorotan tajam dilayangkan Hj. Gina Adriani, anggota DPRD Kota Bima, terhadap kondisi RSUD Kota Bima di Ranggo yang dinilai kurang terjaga kebersihannya, terutama pada toilet dan ruang rawat inap.

Kritik tersebut disampaikan Hj. Gina pada wartawan Kamis 18 Juni 2026 di Gedung DPRD Kota Bima..

Anggota DPRD dari Dapil Asakota ini mengaku prihatin karena kebersihan yang seharusnya menjadi standar utama justru terabaikan.

Menurut Hj. Gina, kebersihan di seluruh bagian RSUD harus menjadi prioritas, bukan hanya di lobi atau ruang publik. Toilet pasien dan ruang rawat inap menjadi titik rawan yang paling disorotinya.

“Saya melihat langsung kondisi toilet dan ruang rawat. Masih banyak yang kurang bersih. Padahal ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan pasien. Jangan sampai karena rumah sakit mau pindah ke gedung baru, lalu fasilitas yang ada sekarang jadi dicuekin,” tegas Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Bima ini.

Ia mengingatkan manajemen RSUD agar tidak mengabaikan perawatan kebersihan hanya karena ada rencana relokasi. Pelayanan di gedung lama tetap harus maksimal sampai pemindahan benar-benar dilakukan.

Lebih lanjut, politisi perempuan itu mengaitkan persoalan ini dengan Program BISA yang digalakkan Pemkot Bima. 

Baginya keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan harus dimulai dari kesadaran kolektif seluruh elemen, termasuk manajemen dan karyawan RSUD.[Bersih][Indah][Sehat][Aman]

“Program BISA itu bagus. Tapi yang sering jadi masalah adalah kita sendiri yang tidak pernah sadar. Rumah sakit sebagai tempat orang sakit berobat, harus jadi contoh pertama dalam menjaga kebersihan. Kalau RSUD saja jorok.

Hj. Gina mendesak Direktur RSUD Kota Bima dan jajaran untuk segera melakukan pembenahan. Ia meminta ada jadwal pembersihan rutin yang ketat, pengawasan petugas kebersihan, serta edukasi bagi pasien dan keluarga agar ikut menjaga lingkungan rumah sakit.

“Pasien datang ke rumah sakit untuk sembuh, bukan malah berisiko tertular penyakit karena lingkungan kotor. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” pungkasnya.

Kritik dari legislatif ini diharapkan menjadi pemicu agar RSUD Kota Bima di Ranggo segera berbenah. Sebab, rumah sakit yang bersih bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut mutu layanan, keselamatan pasien, dan wibawa institusi kesehatan milik pemerintah daerah.(RED)

0 Komentar

Posting Komentar