![]() |
| Sekda Kota Bima H Fakhrunraji Saat Monev dan Luncurkan Kelurahan Siaga TBC |
Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa penanganan TBC masuk prioritas utama. Pasalnya, berdasarkan data kesehatan, TBC masih jadi salah satu penyakit paling berbahaya di Kota Bima dan masuk tiga besar kasus terbanyak.
Sekda Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang menjadikan Kota Bima sebagai daerah sasaran pertama program penanggulangan TBC. Ia juga memuji komitmen Dinas Kesehatan Kota Bima yang dinilai serius mengawal program ini.
“Pemerintah sangat mendukung program ini. TBC berisiko tinggi karena mudah menular ke lingkungan sekitar. Butuh koordinasi dan komitmen besar dari semua pihak,” tegas Sekda.
Ia menekankan, kunci pencegahan bukan hanya pengobatan, tapi juga lingkungan sehat. Rumah layak huni, air bersih, dan sanitasi yang baik jadi faktor penting memutus rantai penyebaran TBC.
“Untuk itu kita siapkan kelurahan siaga TBC. Pilih wilayah dengan paparan tinggi agar gerakan ini bisa membangun kolaborasi. TBC harus kita perangi bersama dengan menjaga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.
Sekda juga meminta camat dan lurah tidak main-main menangani persoalan kesehatan masyarakat, termasuk campak dan TBC. Dukungan Pemkot tidak hanya lewat kebijakan, tapi juga anggaran dan kerja sama lintas sektor.
Hadir dalam kegiatan ini Koordinator ATR SSH, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Asisten III Setda Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Perkim, Manager PT Pelindo, para camat, lurah, dan kader TB se-Kota Bima.
Dengan launching ini, Kota Bima berharap gerakan Kelurahan Siaga TBC bisa jadi ujung tombak deteksi dini, pendampingan pasien, dan edukasi warga agar angka TBC terus turun.(RED)


0 Komentar