![]() |
| Orang Tua Siswa SDN 19 Kota Bima Saat Mengadu di Wali Kota Bima |
Tentu fakta yang terjadi ini sangat miris dan memalukan serta memalukan.
Bukan saja orang tua dari 6 siswa yang merasa kecewa dan marah. Lebih-lebih 6 siswa yang saat ini terganggu mental dan jiwanya. Sebab ini menyangkut masa depan pendidikan mereka.
Lalu siapa yang salah atas peristiwa input data secara online lewat Dapodik ini ?.
Kadis Dikpora Kota Bima H Mahfud menyentil keras, kerja Kepala Sekolah (Kasek) dan tenaga admin di SDN 19 Kota Bima yang memalukan kesalahan besar yang begitu lalai hingga 6 siswa kelas 6 ini, tidak terkafer pada data anak mengikuti ujian TKA.
Lalu seperti apa usaha Pemkot Bima via Dinas Dikpora memastikan 6 siswa ini agar bisa mengikuti ujian ?, H Mahfud, belum bisa memastikan bisa lolos dan mengikuti TKA.
Tetapi pastinya, akan berusaha sekuat tenaga. Bahkan hari ini (Senin 6 April 2026) atau besok akan ke Jakarta, guna mengkomunikasikan dengan pihak Kementrian Dikbud RI.
Saat dikonfirmasi pada Kasek lama SDN 19 Kota Bima Gufran, mengaku terjadi kekeliruan dan kurang jeli dalam menginput data siswa.
"Atas kesalahan ini saya minta maaf dan siap menerima konsekuensi hukum atas keteledoran ini,"ucap Gufran.
Diwaktu yang bersamaan sejumlah orang tua siswa termasuk Dandim 1608 Bima Letkol Arh Samuel Asdianto mendatangi dan mengadu ke Wali Kota Bima pada Senin 6 April 2026.
Tentu tujuannya memastikan dan menuntut agar anak-anak mereka bisa mengikuti TKA.
Didapatkan informasi, Wali Kota Bima H A Rahman, memerintahkan Kadis Dikpora dan jajarannya, menuntaskan masalah ini hingga 6 siswa SDN 19 Kota Bima, bisa mengikuti TKA.
Disisi lain, sebelumnya, para orang tua siswa telah melaporkan kejadian yang merugikan pihaknya dna masa depan anak mereka ini pada Polres Bima Kota.(RED)


0 Komentar