Penguatan Tebing Sungai Rampung, PUPR Kota Bima Kebut Program Irigasi Rp 3,8 Miliar

 

Kabid SDA Dinas PUPR Kota Bima Imam Baskoro 
Kota Bima, Dimensi.-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima terus menggenjot program pengendalian banjir dan perbaikan infrastruktur pengairan. 

Sejumlah pekerjaan strategis tahun 2026 sudah mulai menunjukkan hasil.

Kepala Dinas PUPR Kota Bima melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Imam Baskoro, menjelaskan salah satu pekerjaan besar yakni penguatan tebing sungai di Penanae Kendo Sambinae telah selesai 100 persen dan sudah dilakukan PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima pertama, Selasa 11 Agustus 2026.

“Untuk penguatan tebing di Penanae Kendo Sambinae sudah selesai dan sudah PHO. Ini bagian dari upaya kita meminimalisir abrasi dan potensi luapan saat musim hujan,” jelas Imam.

Selain pengendalian sungai, PUPR juga menuntaskan program rehabilitasi jaringan irigasi di Oi Fo’o. Program ini dikerjakan dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) dan menghabiskan anggaran Rp600 juta yang bersumber dari APBD Kota Bima 2026.

Imam menyebut, perbaikan jaringan irigasi ini sangat vital untuk memastikan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian warga.

Untuk menjaga keberlanjutan, PUPR juga menjalankan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP)

Untuk OP Irigasi tersebar dengan pagu Rp70 juta. Sementara OP sungai mencakup wilayah timur dan barat Kota Bima dengan progres pekerjaan mencapai 70 persen.

“Sengaja kita sisakan 30 persen untuk pemeliharaan hingga akhir tahun. Ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi banjir atau curah hujan tinggi,” ungkapnya.

Seluruh program di atas bersumber dari APBD 2026. Namun PUPR Kota Bima juga mendapat kucuran dana dari pusat.

Melalui program Inpres Irigasi dari APBN, Kota Bima mendapat alokasi Rp3,2 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi Daerah Irigasi (DI) Lelamase dan DI Nggeru Lampe.

“Sekarang masih on proses. Diharapkan setelah selesai, jaringan irigasi di dua lokasi itu bisa lebih optimal dan mendukung peningkatan produksi pertanian,” kata Imam.

Dengan rampungnya penguatan tebing dan dimulainya sejumlah program irigasi, Pemkot Bima berharap ketahanan infrastruktur terhadap banjir meningkat, sekaligus produktivitas pertanian warga bisa terdongkrak.

Pemerintah daerah berkomitmen terus mengawal pelaksanaan program, agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(RED)

0 Komentar

Posting Komentar