![]() |
| Kadis Tenaga Kerja Kota Bima Saat Didampingi Kabid Hubungan Industrial |
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bima Taufikurrahman, Kamis 4 Mei 2026.
DIdampingi Kabid Hubungan Industrial Azhar menyebutkanJumlah pengangguran kita 3.073 orang. Ini murni tidak bekerja. Data ini sama dengan data BPS. Klasifikasi umur didominasi 15-35 tahun, usia yang seharusnya produktif,” jelas Taufik.
Tingginya angka pengangguran terjadi di saat banyak perusahaan dan BUMN justru membutuhkan tenaga kerja. Salah satu posisi yang paling banyak dibutuhkan adalah sales atau tenaga pemasaran.
“Padahal kebanyakan perusahaan dan BUMN sangat membutuhkan sales. Tapi warga Kota Bima enggan menjadi sales. Mungkin karena dianggap tidak bergengsi atau takut tidak ada gaji tetap,”jelas Kadis Tenaga Kerja.
Padahal kata Kadis, profesi sales saat ini sudah jauh berbeda. Sejumlah perusahaan memberi gaji pokok sesuai UMR ditambah insentif dan bonus penjualan. Artinya, dari sisi pendapatan sudah layak.
“Gajinya sudah sesuai UMR. Kalau rajin, bonusnya bisa lebih besar dari gaji pokok. Ini peluang yang harusnya ditangkap anak muda,” tambahnya.
Menjawab persoalan itu, Taufikurrahman menyebut Pemkot Bima terus menempuh langkah strategis memperbanyak lapangan pekerjaan. Disnaker aktif menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan.
“Dinas Tenaga Kerja selalu memfasilitasi lowongan kerja di perusahaan, BUMN dan swasta. Info loker rutin kita umumkan, termasuk untuk pekerja migran resmi. Tapi memang minat warga masih rendah untuk posisi tertentu,” ujarnya.
Selain sektor formal, Pemkot juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Sebab, tidak semua angkatan kerja bisa terserap ke perusahaan atau instansi.
Untuk meminimalisir ruang pengangguran, Disnaker mengintervensi dengan sederet pelatihan keterampilan. Tujuannya agar warga Kota Bima punya keahlian yang bisa langsung dipakai kerja atau buka usaha sendiri.
"Langkah Dinas Tenaga Kerja meminimalisir pengangguran ini dengan berbagai pelatihan agar warga Kota Bima memiliki keahlian. Kita siapkan pelatihan servis handphone dan lainnya ” beber Taufik.
Pelatihan servis handphone jadi salah satu yang paling diminati. Pasalnya, pengguna smartphone terus meningkat, tapi teknisi yang andal masih terbatas. Lulusan pelatihan ini bisa langsung buka jasa servis dengan modal kecil.
“Kita ingin ubah mindset. Tidak harus jadi PNS. Punya skill, bisa kerja di mana saja atau buka usaha. Yang penting mau belajar dan tidak gengsi,” tegasnya.
Disnaker berharap, dengan adanya pelatihan dan fasilitasi lowongan kerja, angka 3.073 pengangguran bisa ditekan bertahap. Kuncinya ada pada kemauan warga untuk mengubah mindset dan mengambil peluang yang ada.
“Pekerjaan itu banyak. Yang sering tidak ada itu kemauan dan skill. Makanya kami hadir dengan pelatihan gratis. Tinggal warga yang harus proaktif,” pungkasnya.
Bagi warga Kota Bima yang ingin ikut pelatihan atau mencari info lowongan kerja, bisa langsung datang ke Kantor Disnaker Kota Bima di Jalan Soekarno-Hatta atau pantau media sosial resmi Disnaker. Jangan sampai usia produktif habis hanya untuk menganggur.(RED)


0 Komentar