![]() |
| Kadis PUPR Kota Bima Didi Fahdiansyah |
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Bima Didi Fahdiansyah, S.T., Rabu (3/5/2026).
Saat ini dokumen perencanaan sedang dalam tahap review di Inspektorat Kota Bima.
“Alun-Alun Serasuba sedang proses review di Inspektorat. Insya Allah minggu depan sudah bisa di-upload untuk lelang,” ujar Didi.
Didi menjelaskan, lelang lanjutan ini akan mengerjakan bagian tengah dan bagian barat alun-alun. Sejumlah pekerjaan minor yang akan mempercantik dan melengkapi fungsi RTH itu turut masuk dalam paket.
“Pekerjaan minor seperti membran, jogging track, ruang terbuka publik, spot wahana permainan anak dan lainnya akan kita tuntaskan,” bebernya.
Menariknya, Pemkot juga akan memasukkan spot budaya Bima dalam item pekerjaan.
Tujuannya agar identitas dan kearifan lokal Bima kuat terasa di alun-alun yang digadang jadi pusat keramaian baru tersebut.
“Spot budaya Bima kita masukkan agar diketahui publik. Ini kita upayakan di luar pagu anggaran, bisa dari skema CSR perusahaan,” tambah Didi.
Untuk pagu anggaran lelang lanjutan ini, Didi menyebut angkanya belum final karena masih penghitungan HPS. Namun estimasi awal berada di kisaran Rp4,8 miliar.
“Pagu anggaran belum HPS, sekitar Rp4,8 M. Insya Allah bulan ini lelang,” tegasnya.
Terkait durasi pekerjaan, rencana jadwal kerja ditetapkan 130 hari kalender. Namun hal itu masih dikaji Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Bima selaku pihak yang berwenang mengkaji dan merevisi dokumen lelang.
“Lagi dikaji Bagian PBJ yang berwenang mengkaji dan merevisi. Prinsipnya kita ingin pekerjaan cepat, tepat mutu, dan selesai tahun ini,” kata Didi.
Alun-Alun Serasuba merupakan salah satu proyek prioritas Pemkot Bima di era Man-Feri. Dibangun di eks Lapangan Serasuba, alun-alun ini didesain sebagai ruang terbuka hijau modern yang memadukan fungsi rekreasi, olahraga, seni budaya, dan ekonomi UMKM.
Sebelumnya, pekerjaan tahap awal telah merampungkan struktur utama dan lanskap dasar. Lelang lanjutan ini diharapkan menuntaskan wajah Alun-Alun Serasuba sehingga bisa segera dinikmati masyarakat.
Dengan adanya jogging track, wahana anak, RTH, hingga spot budaya, Serasuba diyakini bakal jadi magnet baru warga Kota Bima menghabiskan waktu. Sekaligus jadi etalase budaya Mbojo di jantung kota.
“Kita kebut agar tahun ini masyarakat sudah bisa manfaatkan. Serasuba ini bukan sekadar taman, tapi ruang publik representatif yang membanggakan warga Kota Bima,” pungkas Didi.
Jika tak ada aral, proses lelang dimulai pekan depan dan kontraktor pemenang bisa langsung kerja usai kontrak.
Warga Kota Bima, siap-siap menyambut wajah baru Alun-Alun Serasuba.(RED)


0 Komentar