Ikhlas Dihujat dan Difitnah, Ajiman Akan Terus Mengabdi Melayani Warga Kota Bima

 

Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin 
Kota Bima,Dimensi.-Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin, yang akrab disapa Ajiman, menegaskan bahwa dirinya ikhlas dan rela menerima hujatan, fitnah, maupun caci maki dari publik. 

Satu-satunya hal yang paling ditakutkan olehnya sebagai kepala daerah adalah tidak mampu melayani masyarakat dan menjawab keluhan serta harapan warga Kota Bima.

Pernyataan tersebut disampaikan Ajiman saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Darurat Parkir Liar dan Ternak Liar, Selasa (14/4/2026), di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Pemkot Bima. 

Rakor itu dihadiri seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, dan Lurah se-Kota Bima.

Dihadapan jajarannya, Wali Kota Bima mewanti-wanti agar seluruh aparatur serius dalam penanganan dua persoalan yang sudah lama dikeluhkan warga, yakni parkir liar dan ternak liar. Menurutnya, kedua masalah ini menyangkut ketertiban umum dan pelayanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat setiap hari.

“Saya ikhlas dan rela dihujat, difitnah dan dicaci maki. Yang saya takut sebagai Wali Kota Bima, tidak mampu melayani masyarakat, menjawab keluhan dan harapannya,” tegas Ajiman dengan suara bergetar.

Ia juga menggugah etos kerja dan pola pikir jajarannya agar benar-benar menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. “Biarkan saya dihujat, dicaci maki dan difitnah. Itu tidak akan mengurangi semangat saya terus bekerja, mengabdi, melayani, dan menjawab kebutuhan serta keluhan masyarakat. Biarkan itu jadi penggugur dosa saya,” ucapnya lirih.

Ajiman menekankan, yang terpenting bagi dirinya dan seluruh aparatur Pemkot Bima adalah ikhtiar nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menilai masyarakat tidak menuntut hal yang berlebihan, melainkan hanya menginginkan layanan dasar yang terpenuhi.

“Sesungguhnya masyarakat tidak menuntut kita yang berlebihan. Mereka lebih pada bagaimana layanan dasar dapat terpenuhi. Ini yang mesti menjadi pola pikir kita. Bukan dilayani, tetapi melayani,” sebutnya.

Rakor tersebut juga membahas langkah teknis penanganan parkir liar yang kerap menimbulkan kemacetan di titik-titik padat, serta ternak liar yang mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan. 

Wali Kota meminta Camat dan Lurah menjadi ujung tombak di lapangan, dengan dukungan penuh dari OPD teknis.

Diakhir arahannya, Ajiman kembali mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah untuk melayani. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran untuk mengesampingkan ego sektoral dan fokus pada kerja kolaboratif demi kepentingan warga Kota Bima.(RED)

0 Komentar

Posting Komentar