Fenomena Wereng Jagung Mewabah Kota Bima

 

Tampak Serbuan Wereng Jagung di Kota Bima 
Kota Bima,Dimensi.-Ribuan bahkan jutaan  serangga mirip nyamuk yang menyerbu permukiman warga dalam beberapa pekan terakhir membuat resah masyarakat Kota Bima. 

Fenomena ini akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Dinas Pertanian Kota Bima.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, mengungkapkan bahwa serangga yang dikeluhkan warga merupakan wereng daun jagung dengan nama ilmiah _Dalbulus maidis_. 

Ia menegaskan, hama ini sejatinya menyerang tanaman jagung, bukan manusia.

“Hama ini sebenarnya menyerang tanaman jagung, bukan manusia. Jadi tidak berbahaya karena tidak menggigit maupun menularkan penyakit,” jelasnya, pada Jumat pekan ini.

Menurut Abdul Najir, lonjakan populasi wereng terjadi karena siklus alami yang mengikuti musim tanam jagung di wilayah Kota Bima dan sekitarnya.

Saat tanaman jagung memasuki fase generatif dan sumber makanan di lahan mulai berkurang, jutaan wereng dewasa bermigrasi mencari tempat baru. Sifat serangga yang tertarik cahaya lampu membuat mereka masuk ke permukiman warga.

“Fenomena ini diperparah oleh sifat serangga yang menyukai cahaya, sehingga banyak terlihat berkumpul di dinding, jendela, dan sekitar lampu pada malam hari. Warga tidak perlu panik berlebihan,” tambahnya.

Untuk mengurangi gangguan di rumah, Dinas Pertanian mengimbau masyarakat melakukan beberapa langkah praktis. Pertama, meredupkan atau mematikan lampu luar rumah pada malam hari, terutama lampu putih terang. Kedua, mengganti dengan lampu berwarna kuning yang kurang menarik serangga. Ketiga, memasang kasa nyamuk pada ventilasi dan jendela untuk mencegah wereng masuk ke dalam rumah.

Abdul Najir menekankan bahwa ini merupakan fenomena musiman yang akan berakhir dengan sendirinya. “Ini hanya fenomena sementara yang mengikuti siklus alam. 

Populasinya akan menurun dengan sendirinya seiring berakhirnya fase migrasi dan berkurangnya sumber cahaya yang menarik mereka,” katanya.

Di sektor pertanian, Dinas Pertanian Kota Bima juga tidak tinggal diam. Sejumlah langkah pencegahan dan pengendalian terus dilakukan untuk menekan populasi wereng di lahan. 

Di antaranya edukasi pola tanam serempak agar masa panen bersamaan, anjuran penggunaan varietas jagung yang relatif tahan wereng, serta pemantauan populasi hama secara berkala oleh petugas POPT dan penyuluh lapangan.

Masyarakat, khususnya petani, diminta segera melapor ke penyuluh atau Dinas Pertanian jika menemukan gejala serangan berat di lahan jagung. Deteksi dini penting agar pengendalian bisa dilakukan cepat dan tidak meluas ke areal tanam yang lebih besar.

Dengan penjelasan ini, Dinas Pertanian berharap keresahan warga bisa mereda. Meski mengganggu kenyamanan, keberadaan wereng daun jagung di permukiman dipastikan tidak membahayakan kesehatan dan hanya bersifat sementara.(RED)

0 Komentar

Posting Komentar