"LA KEPO" Layanan Pegawai Berbasis Online Inovasi BKPSDM Kota Bima

BKPSDM Kota Bima Saat Sosialisasi "LA KEPO"
Kota Bima, Dimensi.-"LA KEPO" atau Layanan Kepegawaian Online adalah inovasi terbaru yang diluncurkan l

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bima, sebagai basis data kepegawaian terbaru.

 "LA KEPO" resmi memperkenalkan sosialisasi aplikasi ini digelar dalam rapat koordinasi kepegawaian, Kamis (15/4/2026), di aula kantor BKPSDM Kota Bima.

Kepala BKPSDM Kota Bima, Muhammad Mahdum, menegaskan bahwa La Kepo merupakan langkah strategis untuk menjawab tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien di era digital. 

Melalui aplikasi ini, berbagai urusan kepegawaian yang sebelumnya mengharuskan ASN datang langsung ke kantor, kini bisa diselesaikan secara daring dari mana saja.

“Inovasi La Kepo ini sangat penting karena memberikan kemudahan bagi ASN. Tidak perlu lagi datang ke kantor BKPSDM, cukup melalui aplikasi ini, semua proses bisa dilakukan secara online,” ujar Mahdum di hadapan para Kasubag Kepegawaian OPD dan operator yang hadir.

Mahdum menjelaskan, tahap awal La Kepo akan difokuskan untuk mempermudah dua layanan yang paling banyak diakses ASN, yakni proses usul kenaikan pangkat dan administrasi pensiun. 

Kedua layanan tersebut selama ini kerap memakan waktu karena proses verifikasi berkas fisik yang berlapis. Dengan La Kepo, alur pengajuan, verifikasi, hingga tracking status berkas bisa dipantau secara real time oleh ASN bersangkutan.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar memindahkan berkas dari kertas ke sistem, tetapi mengubah budaya layanan menjadi lebih akuntabel. 

“Setiap tahapan ada notifikasinya. ASN tahu berkasnya sudah sampai di mana, kurang apa, dan kapan selesai. Ini mengurangi potensi antrean dan meminimalisasi miskomunikasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Kota Bima, Hidayaturrahman, menyebut rapat koordinasi ini merupakan yang pertama digelar secara khusus untuk menyamakan persepsi seluruh pengelola kepegawaian OPD terkait penggunaan La Kepo. 

Ia menegaskan, rakor serupa akan menjadi agenda rutin agar evaluasi dan pengembangan aplikasi berjalan berkelanjutan.

“Rakor ini akan rutin dilaksanakan agar koordinasi semakin baik. Inovasi La Kepo juga merupakan yang pertama di BKPSDM Kota Bima, sehingga perlu pemahaman yang sama di semua lini,” jelasnya.

Hidayaturrahman memaparkan, ruang lingkup layanan BKPSDM sangat luas. Mulai dari kenaikan pangkat, pensiun, mutasi, promosi, pengelolaan LHKPN, digitalisasi arsip kepegawaian, hingga seleksi pengadaan ASN. 

Secara bertahap, seluruh layanan tersebut akan diintegrasikan ke dalam La Kepo agar ASN cukup menggunakan satu pintu layanan.

“Target kami, seluruh proses layanan kepegawaian bisa diakses lebih mudah, cepat, dan akurat oleh ASN di lingkup Pemerintah Kota Bima. Tidak ada lagi berkas tercecer atau ASN bolak-balik karena syarat kurang,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, peserta rakor juga diberikan simulasi penggunaan La Kepo, mulai dari registrasi akun, unggah dokumen, hingga cara mengecek progres usul layanan. BKPSDM juga menyiapkan helpdesk dan grup pendampingan untuk operator OPD selama masa transisi.

Dengan hadirnya La Kepo, BKPSDM Kota Bima berharap kualitas tata kelola kepegawaian semakin meningkat. Digitalisasi ini diyakini mampu memangkas birokrasi, meminimalkan tatap muka yang tidak perlu, serta meningkatkan kepuasan ASN sebagai pengguna layanan internal pemerintah.

“Inovasi ini kami hadirkan untuk memastikan pelayanan kepegawaian semakin efektif dan efisien. Ini bagian dari komitmen kami mendukung reformasi birokrasi dan smart governance di Kota Bima,”tutupnya.(RED)

0 Komentar

Posting Komentar