![]() |
| Wakil Wali Kota Bima Saat Safari Ramadan di Kelurahan Ule |
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Aqsa, Lingkungan Tolotongga, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Senin (9/3).
Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., hadir didampingi para Asisten Setda, Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala Bagian lingkup Setda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan paket Ramadhan dari BAZNAS Kota Bima kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu warga menyambut bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah pada Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan. APBD Kota Bima tahun 2026 tercatat sekitar Rp790 miliar, turun sekitar Rp303 miliar dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp1,093 triliun.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi serta menetapkan prioritas pembangunan secara lebih tepat dan terukur.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bima tetap berkomitmen melaksanakan sejumlah program prioritas, di antaranya kelanjutan pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima, pengadaan tanah dukungan proyek NUFReP, pengaspalan jalan, pembangunan drainase, penataan Lapangan Serasuba, program PKH daerah, bantuan rumah layak huni, serta hibah kelanjutan pembangunan Masjid Agung Al-Muwahidin. Pemerintah juga tetap mendukung pelaksanaan MTQ serta pembayaran honor guru ngaji, imam, marbot, dan ketua RT/RW.
Untuk wilayah Kecamatan Asakota, pada tahun 2026 dialokasikan anggaran pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar sekitar Rp12 miliar yang tersebar di beberapa kelurahan, meliputi ganti rugi tanah untuk penataan sungai Melayu, pembangunan drainase, rabat gang, peningkatan jalan lingkungan, serta peningkatan jaringan air bersih bagi masyarakat. Anggaran ini di luar alokasi lain untuk pemberdayaan masyarakat dan perekonomian.
“Kebijakan efisiensi menuntut kita semua untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran, dengan mengedepankan efisiensi serta ketepatan dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Wakil Wali Kota.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih lama oleh masyarakat.
Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota Bima menekankan pentingnya peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga dalam menjaga ketahanan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, lingkungan yang religius, rukun, dan saling peduli merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Mari kita jaga bersama ketahanan sosial dan keagamaan di lingkungan kita. Jauhkan generasi kita dari berbagai penyakit sosial seperti narkoba, minuman keras, judi online, serta praktik pinjaman online yang mengandung riba. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting untuk terus membimbing dan menguatkan nilai-nilai moral di tengah masyarakat,” tutupnya.(RED)


0 Komentar