![]() |
| Dinas PUPR Kota Bima Sosialisasi Sanitasi Lebih Layak |
Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum pembangunan fisik dimulai. Tujuannya satu: memastikan warga memahami program, ikut terlibat, dan merasakan langsung manfaatnya.
Program ini dibiayai Dana Alokasi Khusus Bidang Sanitasi Tahun Anggaran 2026 dari pemerintah pusat. Dari 10 kelurahan yang diusulkan Pemkot Bima, dua kelurahan ditetapkan sebagai penerima, yaitu Kelurahan Kolo dan Kelurahan Jatibaru.
Masing-masing kelurahan mendapat alokasi Rp750 juta. Dana itu akan digunakan membangun septik individual bagi warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat.
“Sanitasi yang layak adalah hak dasar. Dengan septik individual, kita ingin memutus rantai penyakit, menjaga air tanah, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Bima Didi Fahdiansyah saat membuka sosialisasi.
Hadir dalam kegiatan ini Lurah Kolo Musmuliadin, Anggota DPRD Kota Bima Sudarmo Ilias dan Umi Gina, PPK DAK Sanitasi Muhammad Sirajuddin, Tim Teknis DAK Sanitasi, Tenaga Fasilitator Lapangan, serta puluhan warga calon penerima manfaat.
Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
Berbeda dengan proyek kontraktor, pembangunan septik di Kelurahan Kolo akan dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat atau KSM. KSM ini akan dibentuk melalui rembug warga.
Melalui skema ini, warga tidak hanya jadi penerima. Mereka dilibatkan mulai dari pembentukan KSM, penyusunan rencana, pelaksanaan pekerjaan di lapangan, sampai pengawasan.
“Pendekatan swakelola ini penting. Saat warga ikut membangun, akan tumbuh rasa memiliki. Hasilnya lebih dirawat, dan masyarakatnya juga ikut berdaya,” jelas Didi Fahdiansyah.
Tim Teknis dan Tenaga Fasilitator Lapangan akan mendampingi KSM selama proses berlangsung, mulai dari pelatihan teknis hingga administrasi.
Pemkot Bima menargetkan program ini berjalan lancar sesuai prinsip 3T: tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Jika berhasil di Kolo dan Jatibaru, model ini bisa menjadi contoh untuk perluasan di kelurahan lain.
“Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, DPRD, kelurahan, tim teknis, fasilitator, KSM, dan warga, kami optimis program ini akan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Didi.
Sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab warga. Antusiasme terlihat tinggi, karena septik individual dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar rumah tangga di Kelurahan Kolo.(RED)


0 Komentar