Kota Bima, Dimensi.- Kasus pembunuhan yang menewaskan Doni Apriansyah usia 22 tahun, dan melukai Bagas Faradillah usia 21 tahun di Kelurahan Penatoi, Kota Bima, Sabtu, 15 Maret 2025, pentyidik Sat Reskrim Polres Bima Kota, telah menangkap dan menetapkan 7 tersangka yang diduga terlibat dalam peristiwa mengenaskan tersebut.
![]() |
Kapolres Bima Kota yang didampingi Kasat Reskrim Ipda Eka Farma, Kasi Humas Baiq Fitria Ningsih, Kanit Pidum Ipda Jonathan dan Kanit Reskrim Polsek Rasbar Ipda Imanuddin SH, menjelaskan
kronologis lengkap peristiwa pembunuhan tersebut .
Dijelaskan AKBP Didik Putra Kuncoro, saat itu sekitar pukul 01.00 Wita, korban Doni dan tiga temannya, termasuk Bagas Faradillah, baru saja selesai mengonsumsi minuman keras di belakang Hotel Parewa, Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Mereka kemudian berbonceng empat menggunakan satu sepeda motor menuju Kelurahan Penaraga untuk mengantar Bagas.
Dalam perjalanan, mereka melewati Jalan Gajah Mada dan melihat sekelompok pemuda sedang duduk minum-minuman keras di depan SMAN 4 Kota Bima. Korban dan teman-temannya pun menghampiri kelompok tersebut.
“Saat itu, Bagas bertanya tentang keberadaan PTR, seorang pemuda yang pernah memiliki masalah dengannya. Bagas berencana menantang PTR untuk berduel,” ungkapnya.
Lanjut Kapolres menjelaskan, kebetulan, di antara pemuda yang sedang duduk, ada teman satu kampung PTR, yaitu MFT. Dia bersama MR kemudian pergi menggunakan sepeda motor untuk mencari PTR.
MFT dan MR sempat singgah di rumah MR di Kelurahan Rite, sebelum MFT melanjutkan perjalanan ke Kelurahan Ntobo. Di sana, dia bertemu dengan PTR, KAD, MAR, dan YD yang sedang duduk di depan kantor kelurahan.
"Setelah diberitahu bahwa Bagas sedang mencari PTR untuk duel, kelompok ini langsung bersiap. MAR mengambil celurit dari rumahnya, sementara KAD mengambil ketapel dan anak panah,” terang Kapolres.
Mereka kemudian berangkat dengan tiga sepeda motor ke rumah MR. Di sana, PTR meminta parang, dan MR memberikan dua bilah parang serta satu ketapel dengan anak panah. Senjata tajam itu pun dibagi di antara mereka sebelum menuju Kelurahan Penatoi untuk menemui Bagas dan Doni.
“Saat tiba di lokasi kejadian, sekitar 20 orang masih sedang mengonsumsi minuman keras. Setelah minuman habis, Doni, Bagas, dan dua teman mereka bersiap pulang dengan sepeda motor berbonceng empat,” bebernya.
Namun, saat hendak beranjak, PTR menendang Bagas, membuat motor mereka oleng meski tidak sampai jatuh. Salah satu pelaku kemudian menarik sepeda motor mereka hingga akhirnya Doni dan Bagas terjatuh ke aspal.
Tanpa ampun, para pelaku langsung menyerang. Doni dan Bagas dibacok serta dipukul bertubi-tubi. Bagas sempat bangkit dan mencoba melarikan diri ke arah timur, tetapi salah satu pelaku melepaskan anak panah yang menancap di punggungnya.
“Setelah melakukan penganiayaan, ketujuh pelaku melarikan diri, meninggalkan Doni yang tergeletak bersimbah darah di jalan,” ungkapnya.
Diakui Kapolres, warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa Doni ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, Bagas yang mengalami luka serius akibat bacokan dan anak panah berhasil selamat setelah mendapatkan perawatan medis.(RED)


0 Komentar